Genap sudah rindu ini berkala
menatapmu dalam anganku yang nyata
hiasi citaku dalam sejuta tanda tanya
alamku yang kacau terasa
darimu mata air cinta
sumber kehidupan dunia
yang tak pernah kemarau kasihnya
dan tak pernah tandus tulusnya
tapi siapa yang tau?
jika dibalik sinarmu
ada rintih pilu
malam menyeringai menahan sakit
siang bertempur dengan takdir yang berbelit
lalu kapan dunia membalas hari harimu?
kapan keras semesta tak lagi menghajarmu?
sedang semelimpahnya balasku
pun takkan cukup untuk semua itu
dewiku..
senyummu candu,
bagiku yang memperjuangkan banggamu
tawamu lagu,
untukku yang takut akan tangismu
semoga IA yang maha mengabulkan
membalasmu dengan sesempurnanya balasan
sebaik kehidupan yang telah kau korbankan
wahai dewi kehidupan..
Dar Al-raudhah
22, maret, 2022
Nur Antika



